Selasa, 18 September 2012

KESADARAN: ALAT UNTUK MENGERTI RAHASIA TUHAN

Ketika kita berbicara tentang kesadaran maka menjadi tugas umat manusia untuk membuka tabir rahasia kehidupan. Baik dimensi fisik maupun dimensi metafisik berupa misteri alam kegaiban. Semakin banyak kita mengungkap hukum-hukum alam, kodrat alam atau kodrat Tuhan maka akan semakin banyak terungkap misteri kehidupan ini. Sedangkan saat ini, prestasi manusia seluruh dunia mengungkap rahasia kehidupan mungkin belum genap 0,0000000001 % dari keseluruhan rahasia yang ada.
Kebenaran rasio seumpama membayangkan laut. Kebenaran empiris melihat permukaan air laut. Kebenaran intuitif ibarat menyelam di bawah permukaan air laut. Tugas penjelajahan ke kedalaman dasar laut bukan lah tugas akal-budi, namun menjadi tugasnya sukma sejati yang dibimbing oleh rasa sejati. Intuisi telah menyediakan pengenalan bagi siapapun yang ingin menyelam ke kedalaman laut. Jangan heran bilamana akal-budi disodorkan informasi aneh serta-merta bereaksi menepis atau it’s nonsense!
Reaksi yang lazim dan naif hanya karena akal-budi kita yang sesungguhnya sangat terbatas kemampuannya. Lain halnya dengan kecenderungan perilaku orang-orang post-modernis tampak pada perilaku orang-orang sukses di masa kini. Mereka percaya akan kemampuan intuisi. Malah dengan bangga memproklamirkan diri jika kesuksesannya berkat dimilikinya talenta intuisi yang tajam. Dengan kata lain untuk meraih sukses tidak cukup hanya berbekal teori-teori ilmiah serta pengalaman akal-budi (rasionalisme-empirisisme) saja.

0 komentar:

Posting Komentar