Rabu, 06 November 2013

METODE ILMU PENGETAHUAN


Metode ilmu pengetahuan adalah suatu metode pikir runtut yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh kesimpulan ilmiah berdasarkan realitas atau fakta. Metode ilmu pengetahuan ini terbagi dalam empat (4) hal, yaitu:
a.       Perumusan Masalah Penelitian
b.      Merancang Hipotesis
c.       Perluasan Deduktif Hipotesis
d.      Verifikasi Terhadap Hipotesis

Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1.      Perumusan Masalah Penelitian
Pernyataan masalah penelitian adalah suatu proses ke arah pematangan pokok-pokok penelitian yang secara intensif dapat dijalankan dalam dunia akademis, seminar maupun diskusi. Perumusan masalah atau surveimerupakan tingkat berpikir dan bekerja yang agak lebih jauh. Sebelumnya, para peneliti mengadakan penjajakan terhadap relevansi masalah yang diusulkan untuk diteliti melalui hubungan pembicaraan engan berbagai kalangan masyarakat.
Dengan demikian, perumusan masalah merupakan tahap awal sebelum peneliti mengadakan penelitian. Objek yang hendak diteliti, diamati atau dijajaki melalui survey sehingga dari survey tersebut dapat diperoleh gambaran persoalan yang menarik untuk diteliti.
2.      Merancang Hipotesis
Hipotesis merupakan kesimpulan yang bersifat sementara yang diambil dari teori-teori atau pemikiran yang kebenarannya harus dibuktikan melalui penelitian atau percobaan ilmiah.
Atau dengan kata lain, hipotesis adalah generalisasi ilmiah yang mengadakan spesifikasi atas kondisi yang korelasinya dengan fenomena yang sedang diselidiki.
3.      Perluasan Deduktif Hipotesis
Tujuan utama dari penelitian adalah mengumpulkan data empiris dari lapangan yang akan dijadikan dasar pembuktian kebenaran dari hipotesis yang sudah terbentuk. Artinya, dalam melakukan penelitian, dibuat terlebih dahulu hipotesis yang kemudian hipotesis tersebut dijadikan sebagai patokan atau ukuran dalam penelitian yang nanti kebenarannya dibuktikan dalam penelitaian atau pengamatan dan percobaan.
Dengan demikian, hipotesis akan dianggap benar setelah dibuktikan melalui penelitian dan hasil dari pembuktian tersebut terdapat kesesuaian antara pernyataan hipotesis dengan kenyataan di lapangan. Jadi, hipotesis dapat dikatakan benar setelah diuji dengan data empiris yang relevan.
4.      Verifikasi Terhadap Hipotesis
Setelah dikemukakan suatu hipotesis dan diadakan elaborasi atau perluasan deduktif terhadap suatu hipotesis dan dikemukakan pula indikator, maka hipotesis ini harus dapat diuji di lapangan.