Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Senin, 01 Oktober 2012

DEFINISI INDIKATOR


Indikator adalah ukuran yang bersifat kuantitatif dan umumnya terdiri atas pembilang (numerator) dan penyebut (denominator). Dalam hal ini, pembilang adalah jumlah kejadian yang sedang diukur sedangkan penyebut adalah besarnya populasi yang beresiko menjadi sasaran kejadian tersebut.  indikator yang mencakup pembilang dan penyebut ini sangat tepat untuk memantau perubahan dari waktu ke waktu serta dalam membandingkan suatu wilayah dengan wilayah lain.
Terdapat banyak literatur yang menyebutkan tentang definisi indikator. Beberapa definisi diantaranya yang dianggap lebih mudah dipahami adalah menurut:
1.      Wilson dan Sapanuchart
Indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dari suatu kejadian atau kondisi.
2.      World Health Organization (WHO)
Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam mengukur perubahan-perubahan yang terjadi baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
3.      Departemen Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan Amerika Serikat
Indikator adalah statistik dari hal normatif yang menjadi perhatian kita yang dapat membantu kita dalam membuat penilaian ringkas, komprehensif dan berimbang terhadap kondisi-kondisi atau aspek-aspek penting dari suatu masyarakat. 

Dari definifi-definisi di atas jelas bahwa indikator adalah variabel yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau kemungkinan dilakukan pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Suatu indikator tidak selalu menjelaskan keadaan secara keseluruhan tetapi kerap kali hanya memberi petunjuk atau indikasi tentang keadaan keseluruhan tersebut sebagai suatu pendugaan. Misalnya, kasus diare yang didapat dari data kunjungan pasien di Puskesmas bisa saja hanya menunjukan sebagian saja dari kejadian diare yang melanda masyarakat.

Persyaratan Indikator
Untuk memudahkan mengingat persyaratan-persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan suatu indikator maka syarat tersebut dirumuskan berurutan dalam istilah bahasa Inggris yakni SMART atau Simple, Measurable, Attributable, Reliable, dan Timely.
Jadi, sesuai rumus sederhana di atas maka persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam menyusun indikator adalah sebagai berikut:
1.      Sederhana
Indikator yang ditetapkan sedapat mungkin sederhana dalam pengumpulan data maupun dalam rumus penghitungan untuk mendapatkannya.
2.      Terukur
Indikator yang ditetapkan harus mempresentasikan informasinya dan jelas ukurannya sehingga dapat digunakan untuk perbandingan antara satu tempat dengan tempat lain atau antara satu waktu dengan waktu lain agar memudahkan dalam memperoleh data.
3.      Bermanfaat
Indikator yang ditetapkan harus bermanfaat untuk kepentingan pengambilan keputusan.
4.      Terpercaya
Indikator yang ditetapkan harus dapat didukung oleh pengumpulan data yang baik, benar dan teliti.
5.      Tepat Waktu
Indikator yang ditetapkan harus dapat didukung oleh pengumpulan dan pengolahan data serta pengemasan informasi yang waktunya sesuai dengan saat pengambilan keputusan dilakukan.

Klasifikasi Indikator
Terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan indikator sesuai dengan cara kerja indikator tersebut. Umumnya digunakan klasifikasi dengan berpegang pada pendekatan sistem. Untuk menyederhanakan penetapan indikator menuju Indonesia Sehat, Propinsi Sehat, Kabupaten/Kota Sehat, Kecamatan Sehat dan Perusahaan Sehat maka dibuat tiga kategori indikator yakni:
1.      Indikator Derajat Kesehatan sebagai Hasil Akhir
Indikator Hasil Akhir yang paling akhir adalah indikator-indikator mortalitas yang dipengarhi oleh indikator-indikator morbiditas atau kesakitan dan indikator status gizi.
2.      Indikator Hasil Antara
Indikator ini terdiri atas indikator-indikator ketiga pilar yang mempengaruhi hasil akhir yaitu indikator-indikator keadaan lingkungan, indikator-indikator perilaku hidup masyarakat serta indikator-indikator akses dan mutu pelayanan kesehatan.
3.      Indikator Proses dan Masukan
Indikator ini terdiri atas indikator-indikator pelayanan kesehatan, indikator-indikator sumber daya kesehatan, indikator-indikator manajemen kesehatan dan indikator-indikator kontribusi sektor-sektor terkait.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

SHARE

VIEWER

TRANSLATE