Beautiful Disaster

.....................................

Wonderful Pain

lovelovelove

Love

.....................................

Love

.....................................

Kamis, 27 Februari 2014

CIRI-CIRI PERENCANAAN PEMBANGUNAN



Ketika kita berbicara latar belakang perencanaan pembangunan tentang perencanaan pembangunan maka kita harus memperhatikan ciri-ciri perencanaan pembangunan. Hal ini diperlukan agar dalam menetapkan sebuah perencanaan tidak melenceng atau berubah arah dari tujuan dan kebutuhan yang ingin dicapai. Ciri-ciri dari perencanaan pembangunan tersebut antara lain sebagai berikut:
  1. Menghasilkan program-program yang bersifat umum
  2. Analisis perencanaan bersifat makro
  3. Lebih efektif dan efesien digunakan untuk perencanaan jangka menengah dan jangka panjang
  4. M emerlukan pengetahuan secara interdisipliner, general dan universal
  5. Memiliki spesifikasi yang jelas
  6. Fleksibel dan mudah untuk dijadikan sebagai acuan perencanaan pembangunan

Senin, 24 Februari 2014

ASPEK KESEHATAN


Ada empat dimensi sehat yang saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan pada seseorang, kelompok atau masyarakat. Itulah sebabnya kesehatan bersifat holistik atau bersifat menyeluruh dan saling berkaitan. Wujud atau indikator dari masing-masing aspek dalam kesehatan tersebut antara lain sebagai berikut:

SARANA KESEHATAN



Seperti yang kita ketahui bahwa upaya kesehatan hanya dapat diwujudkan dalam suatu wadah pelayanan kesehatan (health services). Pelayanan kesehatan adalah tempat atau sarana yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Dilihat dari sifat upaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan maka dapat dibedakan menjadi tiga sarana, yaitu:
1.   Sarana Pelayanan Kesehatan Primer (primary care)
Sarana pelayanan tingkat pertama ini merupakan pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat dan hanya bisa menangani kasus-kasus ringan. Sarana kesehatan ini mencakup Puskesmas, Poliklinik, Dokter Praktek.
2.   Sarana Pelayanan Kesehatan Tingkat Dua (secondary care)
Sarana pelayanan tingkat dua merupakan pelayanan kesehatan rujukan bagi kasus-kasus atau penyakit-penyakit dari pelayanan kesehatan primer. Sarana kesehatan ini mencakup Puskesmas Rawat Inap, RS Kabupaten, RS tipe C atau RS tipe D serta RS Bersalin.
3.   Sarana Pelayanan Kesehatan Tingkat Tiga (tertiary care) 
   Sarana pelayanan tingkat tiga merupakan pelayanan kesehatan rujukan bagi kasus-kasus atau penyakit-penyakit dari pelayanan kesehatan tingkat dua. Sarana kesehatan ini mencakup RS Provinsi, RS tipe A atau RS tipe B.

UPAYA KESEHATAN


Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan atau upaya yang dilakukan oleh individu, masyarakat dan pemerintah untuk memelihara dan meningkatkkan kesehatan dimana upaya kesehatan ini akan membutuhkan sarana kesehatan yang menunjang. Upaya meningkatkan kesehatan tersebut harus mengaju pada aspek-aspek kesehatan dan dilakukan melalui dua cara yakni pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan.

SEHAT - pengertian



Dalam bahasa Inggris, kata “health” memiliki dua pengertian yaitu “sehat” dan “kesehatan” dalam bahasa Indonesia. Sehat adalah kondisi atau keadaan dari subjek, misalnya anak sehat, ibu sehat, orang sehat atau keadaan sehat dan sebagainya. Sedangkan kesehatan menjelaskan tentang sifat dari subjek, misalnya kesehatan manusia, kesehatan masyarakat, kesehatan binatang, kesehatan individu dan sebagainya.
Sehat dalam pengertian kondisi mempunyai batasan yang berbeda-beda. Secara awam sehat diartikan sebagai keadaan dimana seseorang dalam kondisi tidak sakit, tidak ada keluhan, dapat menjalankan kegiatan sehari-hari dan sebagainya. Menurut batasan ilmiah, sehat atau kesehatan telah dirumuskan dalam Undang-undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 yang berbunyi: Keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Batasan yang diangkat dari batasan kesehatan menurut WHO ini memang lebih luas dan dinamis jika dibandingkan dengan dengan batasan sebelumnya yang hanya fokus pada keadaan sempurna secara fisik, mental dan sosial saja namun dalam Undang-undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 mengankat empat aspek kesehatan, yakni fisik, mental, sosial dan ekonomi. Hal ini berarti, kesehatan tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktivitas, dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis.